Last Updated on November 28, 2025 by Mas Rifan

Bahasa gaul di internet tuh kayak hidupnya anak muda zaman sekarang: cepat berubah, penuh kejutan, dan kadang bikin orang dewasa garuk-garuk kepala. Setiap minggu selalu ada singkatan baru, mulai dari yang masuk akal sampai yang bikin kita mikir, “Ini maksudnya apa dah?”
Salah satu yang lagi naik daun adalah SPJ. Banyak yang pakai, tapi nggak semua ngerti artinya. Nah, artikel ini bakal bahas tuntas arti SPJ, asal-usulnya, cara pakainya, sampai kenapa singkatan kayak gini bisa viral banget.
Dalam dunia linguistik, para ahli dari berbagai universitas besar misalnya pakar sosiolinguistik di Stanford University sering menegaskan bahwa bahasa gaul berkembang dari kebutuhan identitas sosial dan kedekatan kelompok. Jadi wajar kalau kosakata kayak SPJ muncul dan langsung nyebar luas.
Apa Itu SPJ Bahasa Gaul?
Langsung ke inti:
SPJ adalah singkatan dari “Sepik Juga”.
“Sepik” sendiri berarti menggombal, ngeles, atau ngomong hal-hal manis yang kadang niatnya buat lucu-lucuan, bukan serius. Jadi SPJ dipakai ketika seseorang ikut-ikutan gombal, ikutan vibe, atau sekadar biar nggak FOMO dalam obrolan.
Biasanya SPJ muncul di chat santai, komentar, atau reply cepet-cepetan. Intinya, SPJ itu cara halus buat bilang:
“Yaudah deh, gue ikut sepik juga biar rame.”
Asal Usul Kata “Sepik” hingga Muncul SPJ
Budaya digital punya kebiasaan memendekkan kata supaya gampang diketik. Dari “sepik” > “spik” > “spj”. Polanya sama seperti singkatan gaul lain yang ngetren lewat TikTok, Twitter/X, Discord, dan IG.
Para peneliti komunikasi digital dari universitas besar seperti University of California sering menjelaskan bahwa singkatan viral biasanya muncul dari kebutuhan komunikasi cepat. Lingkungan yang serbainstan bikin pengguna mau nyari ekspresi yang ringkas tapi tetap ngehits.
Jadilah SPJ, singkatan yang keliatan lucu, gampang diingat, dan cocok buat jadi punchline.
Cara Menggunakan SPJ di Chat atau Medsos (Dengan Contoh Nyata)
1. SPJ buat candaan gombal
Kalau teman kamu tiba-tiba nge-drop gombalan receh:
“Ih gombal. Yaudah deh SPJ biar nggak kalah.”
2. SPJ buat ikut-ikutan biar vibe nyambung
Ketika semua orang di grup lagi pada sepik:
“Pada sepik semua… SPJ lah gue.”
3. SPJ buat nyairin suasana biar chat nggak mati gaya
“Chat sepi amat… SPJ kali biar rame.”
Catatan penting:
SPJ cuma cocok dipakai dalam konteks santai.
JANGAN dipakai di:
- chat kerjaan,
- email ke dosen,
- percakapan formal,
kecuali kamu siap dinilai “kurang kerjaan”.
Berkaitan: SoFun Artinya Apa? Makna, Contoh, dan Cara Pakainya dalam Bahasa Gaul Kekinian
Makna SPJ di Berbagai Platform Media Sosial
TikTok
SPJ sering muncul di caption atau komentar video gombalan “receh tapi bikin senyum”. Kadang jadi template buat voiceover lucu-lucu.
Biasanya muncul di komentar teman dekat. Nada yang dipakai lebih ke bercanda ringan.
Twitter/X
Dipakai sebagai respon cepat, sarkas, atau buat ikutan trending jokes.
Perbandingan SPJ dengan Singkatan Gaul Lain
Walaupun sama-sama singkatan gaul, tiap istilah punya vibe dan konteks yang beda-beda. Biar nggak salah kaprah, berikut penjelasannya:
1. SPJ (Sepik Juga)
Dipakai ketika kamu pengen ikut-ikutan gombal, bercanda, atau sekadar meramaikan obrolan. Nada utamanya santai dan playful.
2. BTY (Bercanda Tapi Yakin)
Mirip gombal juga, tapi BTY konteksnya lebih “halus” dan bernada manis. Kalau SPJ itu ikutan rame, BTY lebih ke rayuan yang setengah serius.
3. SLAY
Walaupun sering dipakai anak muda juga, SLAY bukan sepik. Ini biasanya dipakai buat muji seseorang yang tampil keren, pede, atau outstanding.
4. “Ngide”
Istilah ini dipakai kalau ada orang yang sok lucu atau sok kreatif tapi konteksnya kurang pas. Lebih ke kritik bercanda, bukan bagian dari gombal.
5. “Sok iye”
Ini lebih bernada sinis dan dipakai buat “ngekam” orang yang sok tahu atau sok iya-iya padahal nggak nyambung. Beda banget sama vibe SPJ yang lucu dan santai.
Secara singkat: SPJ = ikut-ikutan sepik, bukan pujian, bukan sindiran, bukan kritik. Bener-bener bentuk partisipasi dalam candaan biar obrolan nggak mati gaya.
Berkaitan: Nggak Cuma Berbagi, Ini Makna “Sharing” dalam Bahasa Gaul dan Contohnya!
Kenapa SPJ Bisa Viral?
Fenomena singkatan kayak SPJ tuh sebenarnya punya hubungan sama cara otak memproses bahasa. Dalam NLP dan kognitif linguistik, istilah pendek lebih cepat dipahami karena bentuknya ringkas dan pola hurufnya familiar.
Beberapa akademisi linguistik dari University of Cambridge juga sering menggarisbawahi bahwa konteks sosial menentukan makna kata gaul. Artinya, SPJ bisa berarti gombal, ikut-ikutan, atau humor tergantung situasinya.
Selain itu:
- Format singkatan bikin lebih mudah dibaca di comment war.
- Tampilannya unik > gampang dipakai buat meme template.
- Viral culture mempercepat penyebaran lewat FYP, repost, dan stitching.
Dampak Bahasa Gaul seperti SPJ pada Komunikasi Anak Muda
Dampak positif:
- Bikin percakapan lebih cair dan fun.
- Menjadi identitas sosial (bikin lebih dekat sama circle tertentu).
- Jadi bagian dari budaya internet yang kreatif.
Dampak negatif:
- Orang yang nggak update bisa kesulitan memahami maksudnya.
- Bisa muncul salah tafsir, terutama kalau konteksnya nggak jelas.
- Kadang dianggap terlalu santai dalam situasi yang sebenarnya serius.
Tips biar tetap aman pakai SPJ
- Kenali audiens.
- Pahami mood obrolan.
- Hindari dalam situasi formal.
- Jangan berlebihan biar nggak dianggap cringe.
Kesimpulan: SPJ Bukan Sekadar Singkatan, Tapi Cermin Dinamika Bahasa Gaul
SPJ hadir sebagai bagian dari budaya komunikasi digital ringkas, lucu, cepat menyebar, dan bikin percakapan terasa lebih hidup. Dengan memahami artinya, kamu bisa ikut ngobrol tanpa bingung dan tetap nyambung sama tren kekinian.
Jadi kalau ada yang mulai sepik, kamu udah tahu kan gimana jawabnya?
SPJ, bro. SPJ.
FAQ
1. SPJ itu singkatan dari apa?
Sepik Juga.
2. Apakah SPJ hanya dipakai anak muda?
Mayoritas iya, tapi siapa pun bisa pakai kalau konteksnya santai.
3. Apakah SPJ termasuk bahasa baku?
Nggak. Ini murni bahasa gaul, bukan Bahasa Indonesia formal.
4. Cocokkah SPJ dipakai di kantor?
Lebih baik jangan, kecuali kamu ngobrol sama teman dekat yang sudah paham konteks bercandanya.