“Gaptek” dalam Bahasa Gaul: Kenapa Sebutan Ini Sering Dipakai?

Last Updated on Agustus 22, 2025 by Mas Rifan

apa itu gaptek dalam bahasa gaul
apa itu gaptek dalam bahasa gaul

Di era serba digital, hampir semua aktivitas manusia kini terhubung dengan teknologi. Mulai dari bekerja, belajar, hingga berkomunikasi, semuanya bergantung pada perangkat digital. Namun, tidak semua orang bisa mengikuti perubahan ini dengan mudah. Dalam percakapan sehari-hari, kita sering mendengar istilah gaptek. Pertanyaannya, sebenarnya apa itu gaptek dalam bahasa gaul dan mengapa istilah ini masih relevan?

Apa Itu Gaptek dalam Bahasa Gaul

Gaptek adalah singkatan dari gagap teknologi. Dalam bahasa gaul, istilah ini digunakan untuk menyebut orang yang kurang menguasai teknologi, entah karena tidak terbiasa, kurang pengetahuan, atau memang lambat beradaptasi. Penggunaannya cenderung bernuansa santai, bahkan kadang bercampur dengan nada bercanda. Namun di sisi lain, gaptek juga mencerminkan kondisi nyata tentang keterbatasan literasi digital di masyarakat.

Asal-Usul dan Perkembangan Istilah Gaptek

Istilah gaptek muncul bersamaan dengan perkembangan teknologi informasi di Indonesia sekitar awal tahun 2000-an. Saat itu, penggunaan komputer, internet, dan telepon genggam mulai populer.

Orang-orang yang tidak paham cara menggunakan perangkat tersebut kemudian dilabeli sebagai gaptek. Seiring waktu, maknanya semakin luas: bukan hanya orang tua, tetapi juga anak muda yang kesulitan menggunakan aplikasi baru bisa disebut gaptek.

Berkaitan: Lost Interest Dalam Bahasa Gaul Artinya Simak Penjelasanya

Faktor Penyebab Orang Disebut Gaptek

Ada beberapa alasan mengapa seseorang bisa disebut gaptek:

  • Kurangnya literasi digital: tidak terbiasa mencari, mengolah, atau menggunakan informasi berbasis teknologi.
  • Tidak terbiasa dengan perangkat digital: keterbatasan akses ke gawai dan internet.
  • Usia dan lingkungan sosial: generasi yang lebih tua biasanya lebih sulit beradaptasi dibanding generasi muda.
  • Enggan belajar hal baru: rasa takut salah atau malu bertanya.

Menurut penelitian Universitas Indonesia (UI, 2021), rendahnya literasi digital memiliki hubungan langsung dengan tingkat kesulitan masyarakat dalam memanfaatkan layanan berbasis teknologi. Artinya, gaptek bukan hanya masalah individu, melainkan juga tantangan sosial.

Dampak Menjadi Gaptek di Era Digital

Menjadi gaptek di era digital dapat menimbulkan berbagai kerugian:

  • Sulit mengakses informasi penting untuk pekerjaan, pendidikan, maupun kehidupan sehari-hari.
  • Tertinggal dalam dunia kerja, karena banyak profesi kini mensyaratkan keterampilan digital.
  • Lebih rentan terhadap hoaks dan penipuan digital akibat minimnya pemahaman.
  • Mengurangi daya saing di tengah persaingan global.

Hal ini sejalan dengan laporan UNESCO (2022) yang menegaskan bahwa kesenjangan digital berpotensi memperlebar jurang sosial-ekonomi jika tidak segera diatasi.

Berkaitan: Nggak Cuma Berbagi, Ini Makna “Sharing” dalam Bahasa Gaul dan Contohnya!

Cara Mengatasi Gaptek dan Meningkatkan Literasi Digital

Kabar baiknya, gaptek bukan kondisi permanen. Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kemampuan digital:

  • Mulai dari hal sederhana: pelajari penggunaan aplikasi sehari-hari seperti perpesanan, belanja online, atau layanan transportasi digital.
  • Manfaatkan tutorial online: banyak sumber belajar gratis di YouTube, kursus daring, hingga komunitas belajar.
  • Ikut pelatihan resmi: pemerintah dan universitas kerap mengadakan program literasi digital.
  • Biasakan mencoba hal baru: semakin sering berinteraksi dengan teknologi, semakin cepat keterampilan berkembang.

Sebagai contoh, program literasi digital Kementerian Kominfo yang bekerja sama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM, 2022) terbukti meningkatkan keterampilan digital masyarakat di berbagai daerah. Hal ini menunjukkan bahwa dengan pendampingan tepat, masyarakat bisa mengatasi hambatan menjadi gaptek.

Kesimpulan

Dalam bahasa gaul, gaptek berarti gagap teknologi: kondisi ketika seseorang kesulitan menggunakan atau beradaptasi dengan teknologi. Meski sering dianggap sekadar istilah bercanda, faktanya gaptek berdampak serius terhadap akses informasi, peluang kerja, hingga kualitas hidup.

Di era digital yang serba cepat, kemampuan teknologi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Mengatasi gaptek bukan sekadar soal belajar menggunakan perangkat, tetapi juga kesiapan mental menghadapi masa depan. Seperti kata pepatah modern: di era digital, yang tertinggal bukan hanya mereka yang tidak bisa membaca, tapi juga mereka yang enggan belajar teknologi.

FAQ

1. Apa arti gaptek dalam bahasa gaul?
Gaptek adalah singkatan dari gagap teknologi. Dalam bahasa gaul, istilah ini dipakai untuk menyebut orang yang kurang paham atau lambat beradaptasi dengan teknologi.

2. Apakah semua orang tua pasti gaptek?
Tidak. Banyak orang tua yang justru melek digital. Gaptek bukan soal usia, melainkan kebiasaan, akses, dan kemauan belajar teknologi.

3. Apa contoh perilaku gaptek sehari-hari?
Contohnya sulit menggunakan aplikasi pembayaran digital, bingung saat video call, atau takut mencoba fitur baru di smartphone.

4. Bagaimana cara mengatasi gaptek di era digital?
Mulai dari belajar hal sederhana, mengikuti tutorial online, hingga mengikuti pelatihan literasi digital yang disediakan pemerintah atau kampus.

5. Apakah gaptek bisa memengaruhi karier seseorang?
Ya, keterbatasan teknologi dapat menghambat pekerjaan dan mengurangi daya saing di dunia kerja modern.

Tinggalkan komentar