Last Updated on Februari 19, 2026 by Mas Rifan

Masih banyak orang mengira Dr dan Drs itu sama-sama “doktor”. Padahal, keduanya beda kelas, beda fungsi, dan beda sejarah. Jawaban cepatnya:
- Dr = gelar doktor (S3), level akademik tertinggi.
- Drs = singkatan doctorandus, gelar lama setara sarjana (S1) dalam sistem pendidikan lama.
Artikel ini bakal ngebedah perbedaannya secara tuntas: dari arti, latar belakang sejarah, fungsi akademik, sampai cara nulis yang benar.
Apa Itu Gelar Dr?
Dr (Doctor) adalah gelar akademik yang diberikan kepada seseorang yang sudah menyelesaikan pendidikan doktoral (S3) di perguruan tinggi. Untuk dapat gelar ini, mahasiswa wajib:
- Meneliti topik ilmiah secara mendalam
- Menulis disertasi
- Mempertahankan hasil riset di sidang terbuka
Secara etimologis, kata doctor berasal dari bahasa Latin yang berarti pengajar atau orang yang memiliki otoritas keilmuan. Artinya, pemilik gelar Dr bukan cuma lulus kuliah, tapi juga dianggap mampu menghasilkan ilmu baru.
Menurut kajian pendidikan pascasarjana di Oxford University, gelar doktor adalah puncak pendidikan akademik karena menuntut kontribusi orisinal terhadap bidang ilmu tertentu.
Apa Itu Gelar Drs?
Drs adalah singkatan dari doctorandus, gelar yang dulu dipakai di Indonesia sebelum sistem S1–S2–S3 diterapkan secara nasional. Gelar ini:
- Digunakan sebelum tahun 1990-an
- Umumnya untuk lulusan ilmu sosial dan humaniora
- Setara dengan sarjana (S1) pada sistem sekarang
Contoh zaman dulu:
- Drs. Mohammad Hatta
Kalau sekarang, lulusan baru sudah tidak memakai Drs lagi, tapi diganti dengan:
- S.Sos. (Sarjana Sosial)
- S.H. (Sarjana Hukum)
- S.E. (Sarjana Ekonomi)
Menurut penjelasan dari Fakultas Ilmu Sosial di Universitas Indonesia, gelar doctorandus merupakan produk sistem pendidikan lama dan kini sudah disesuaikan dengan standar internasional berbasis jenjang S1, S2, dan S3.
Berkaitan: Makna Mendalam: Take Your Time as Long as You Need Artinya dan Contoh Penerapanya
Perbedaan Dr dan Drs Secara Jelas
Perbedaan antara Dr dan Drs bisa dilihat dari jenjang pendidikan, makna akademik, dan status penggunaannya saat ini.
Pertama, dari jenjang pendidikan.
Gelar Dr diperoleh setelah seseorang menyelesaikan pendidikan doktoral atau S3. Artinya, pemilik gelar Dr sudah melewati proses riset ilmiah, menulis disertasi, dan mempertahankannya di hadapan penguji.
Sedangkan Drs adalah gelar lama yang setara dengan sarjana (S1) dalam sistem pendidikan sebelum diberlakukannya struktur S1–S2–S3 seperti sekarang.
Kedua, dari makna gelarnya.
Dr menunjukkan status sebagai akademisi atau peneliti yang mampu menghasilkan karya ilmiah orisinal. Gelar ini merepresentasikan keahlian mendalam di bidang tertentu.
Sementara Drs (doctorandus) hanya menandakan seseorang telah menyelesaikan pendidikan universitas tingkat dasar (sarjana), tanpa kewajiban menghasilkan riset ilmiah tingkat lanjut seperti doktor.
Ketiga, dari fungsi dan perannya.
Pemilik gelar Dr biasanya terlibat dalam dunia akademik, penelitian, atau pengembangan ilmu pengetahuan.
Pemilik gelar Drs pada masanya lebih berfokus sebagai lulusan pendidikan tinggi umum, tanpa tuntutan sebagai peneliti.
Keempat, dari status penggunaan saat ini.
Gelar Dr masih aktif digunakan dan diakui secara internasional.
Sedangkan Drs sudah tidak dipakai lagi untuk lulusan baru karena sistem gelar telah berubah menjadi S1, S2, dan S3.
Kelima, dari contoh penggunaannya dalam nama.
- Penulisan Dr berada di depan nama, misalnya: Dr. Andi Wijaya
- Sedangkan Drs berada di belakang nama, misalnya: Budi Santoso, Drs.
Kesimpulannya:
Dr dan Drs bukan hanya beda singkatan, tapi beda level akademik. Dr adalah gelar tertinggi di pendidikan formal, sedangkan Drs hanyalah gelar sarjana dalam sistem lama.
Berkaitan: Arti Refull dan No Reff dalam Jual Beli: Penjelasan Lengkap, Perbedaan, dan Risikonya
Cara Penulisan Dr dan Drs yang Benar
Penulisan gelar harus konsisten dan sesuai kaidah:
Dr
Ditulis di depan nama:
- Dr. Ahmad Fauzi
- Dr. Rina Kusuma, M.Si
Drs
Ditulis di belakang nama:
- Budi Santoso, Drs.
- Haryono, Drs., M.A.
Jangan salah tulis:
- drs
- dr
- DR (semua kapital tanpa titik)
Kenapa Banyak Orang Masih Bingung?
Karena secara visual:
- Dr
- Drs
beda satu huruf, tapi maknanya beda level jauh. Ditambah lagi, di masa lalu orang sering menyebut lulusan Drs sebagai “doktor”, padahal secara akademik itu tidak tepat. Penulisan yang benar menunjukkan profesionalitas, terutama di:
- CV
- dokumen resmi
- profil dosen
- jurnal
Kesimpulan
Sekarang sudah jelas:
- Dr = gelar doktor (S3), hasil riset ilmiah tingkat tinggi
- Drs = gelar sarjana sistem lama
- Keduanya tidak setara
- Penggunaan dan penulisannya juga berbeda
Memahami perbedaan ini penting supaya:
- tidak salah menyebut gelar
- tidak keliru menulis identitas
- terlihat lebih paham dunia akademik
- konten edukasi kamu lebih kredibel
FAQ:
1. Apakah Drs sama dengan dokter?
Tidak. Drs bukan dokter dan bukan doktor. Drs adalah gelar sarjana dalam sistem lama.
2. Apakah Drs lebih tinggi dari S1?
Tidak. Drs setara dengan S1.
3. Apakah Dr lebih tinggi dari profesor?
Tidak selalu. Profesor adalah jabatan akademik, bukan gelar pendidikan. Banyak profesor bergelar Dr, tapi tidak semua Dr adalah profesor.
4. Apakah Drs masih boleh dipakai?
Boleh, jika memang tercantum di ijazah lama. Tapi lulusan baru tidak bisa lagi memakai Drs.